Ketidaknyaman adalah rasa ketika kita
dibohongi. Kita semua pernah mendapatkan suatu pengalaman dimana kita
mendengarkan seseorang bercerita dan meskipun kata-katanya terdengar
masuk akal dan nyata, tetapi ada ‘sesuatu’ yang memberitahukan kepada
kita bahwa sepertinya orang ini tidak menceritakan sebuah
kebenaran. Berbohong merupakan salah satu perilaku tak baik yang paling
umum dilakukan oleh semua orang. Terkadang, sebagian orang menutupi
kebiasaan berbohong itu dengan alasan mereka berbohong putih alias
berbohong demi kebaikan.
Menurut Daily Mail, doktor psikologi
dari University of Central Lancashire, Inggris, Paul Seager mengatakan
ada beberapa cara untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau
tidak. Inilah berikut cara-caranya:
1. Gelisah
Perhatikan jika seseorang yang Anda curigai berbohong, menggaruk atau menggesek pakaiannya. Jika Anda tengah berbohong dan ingin menutupinya, kontrol pandangan Anda dan tempatkan tangan Anda dengan tenang tanpa terlihat tidak alami. Atau jika orang berbohong diam saja karena ia tidak ingin diketahui kebohongannya.
Perhatikan jika seseorang yang Anda curigai berbohong, menggaruk atau menggesek pakaiannya. Jika Anda tengah berbohong dan ingin menutupinya, kontrol pandangan Anda dan tempatkan tangan Anda dengan tenang tanpa terlihat tidak alami. Atau jika orang berbohong diam saja karena ia tidak ingin diketahui kebohongannya.
2. Kontak mata
Pembohong cenderung memiliki kesulitan menjaga mata mereka stabil. Bahkan, mereka merasa begitu bersalah ketika mereka berbohong hingga mereka tidak dapat melihat mata ke mata ketika mereka melakukan. Jadi, jika pembohong sedang mengarang cerita, Anda akan melihat matanya bergerak dan tidak melihat Anda sama sekali. Namun menurut Seager, adalah salah kaprah mengganggap pembohong menghindari kontak mata. Justru pembohong yang andal akan melakukan kontak mata lebih lama dari biasanya. Itu karena orang cenderung melihat kontak mata sebagai landasan kepercayaan.
Pembohong cenderung memiliki kesulitan menjaga mata mereka stabil. Bahkan, mereka merasa begitu bersalah ketika mereka berbohong hingga mereka tidak dapat melihat mata ke mata ketika mereka melakukan. Jadi, jika pembohong sedang mengarang cerita, Anda akan melihat matanya bergerak dan tidak melihat Anda sama sekali. Namun menurut Seager, adalah salah kaprah mengganggap pembohong menghindari kontak mata. Justru pembohong yang andal akan melakukan kontak mata lebih lama dari biasanya. Itu karena orang cenderung melihat kontak mata sebagai landasan kepercayaan.
3. Tekanan suara
Orang yang sedang berbohong tekanan suaranya akan lebih tinggi dari biasanya. Namun penelitian yang dilakukan oleh Dr. Seager, menunjukkan peningkatan nada suara jadi indikator yang baik untuk mendeteksi kebohongan, namun kadang sulit dilakukan. Orang yang berbohong membutuhkan waktu jeda untuk menciptakan kebohongan.Terdiam terlalu lama,berdehem,terbatuk,dll dapat dijadikan bahwa orang tersebut sedang berbohong
Orang yang sedang berbohong tekanan suaranya akan lebih tinggi dari biasanya. Namun penelitian yang dilakukan oleh Dr. Seager, menunjukkan peningkatan nada suara jadi indikator yang baik untuk mendeteksi kebohongan, namun kadang sulit dilakukan. Orang yang berbohong membutuhkan waktu jeda untuk menciptakan kebohongan.Terdiam terlalu lama,berdehem,terbatuk,dll dapat dijadikan bahwa orang tersebut sedang berbohong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar